Bagi banyak anak di Indonesia, Jujutsu Kaisen bukan sekadar anime aksi yang seru — ia penuh dengan kata-kata tentang keberanian, melindungi orang yang disayangi, dan berjuang bersama teman. Justru semangat itulah yang membuat Jujutsu Kaisen menjadi pintu masuk yang menyenangkan untuk mulai mengenal bahasa Jepang.
Di artikel ini kami kumpulkan kata & frasa bahasa Jepang yang sering muncul di Jujutsu Kaisen — lengkap dengan arti dan cara pakainya — lalu cara mengubah “hafal dari nonton” menjadi “benar-benar bisa ngobrol” dengan teman.

Kenapa Jujutsu Kaisen cocok untuk mulai belajar

- Kata-kata yang membangkitkan semangat. Frasa seperti makenai (tidak akan kalah) dan ganbare (semangat!) muncul berkali-kali. Kata-kata yang membangkitkan semangat justru paling mudah menempel di hati anak.
- Tema melindungi & kebersamaan. Inti ceritanya adalah mamoru (melindungi) dan berjuang bersama nakama (kawan). Nilai-nilai ini dekat dengan anak dan mudah dipahami.
- Kuat karena bersama teman. Tokohnya menjadi lebih kuat karena punya teman seperjuangan — persis seperti cara terbaik belajar bahasa: bersama orang untuk diajak bicara.
10 kata & frasa Jepang yang sering muncul di Jujutsu Kaisen
Coba dengarkan baik-baik saat menonton — kata-kata ini pasti sering terdengar:

- のろい (noroi) — “Kutukan.” Kata kunci dunia Jujutsu Kaisen.
- じゅつ (jutsu) — “Teknik / jurus.” Bagian dari judulnya sendiri: jujutsu.
- まもる (mamoru) — “Melindungi.” Alasan para tokoh terus berjuang.
- つよい (tsuyoi) — “Kuat.” Kata sehari-hari yang sangat sering dipakai.
- いくぞ (iku zo) — “Ayo, maju!” Seruan sebelum bertindak.
- まけない (makenai) — “Tidak akan kalah.” Semangat pantang menyerah.
- なかま (nakama) — “Kawan seperjuangan.” Teman yang saling menjaga.
- がんばれ (ganbare) — “Semangat! / Berjuanglah!” Kata penyemangat sehari-hari.
- だいじょうぶ (daijoubu) — “Tidak apa-apa / aman.” Menenangkan teman yang cemas.
- ありがとう (arigatou) — “Terima kasih.” Frasa paling penting untuk dikuasai anak.
Sepuluh kata ini saja sudah cukup membuat anak merasa “aku ngerti yang mereka ucapkan!” — dan perasaan itulah yang membuat anak ingin tahu lebih banyak.
Tapi “hafal dari nonton” belum berarti “bisa bicara”
Di sinilah bagian yang sering terlewat. Anak bisa hafal puluhan kata dari Jujutsu Kaisen, tapi tetap membeku saat harus mengucapkannya kepada orang Jepang sungguhan. Sebabnya sederhana: menonton itu satu arah. Kemampuan bicara hanya tumbuh kalau kata-kata itu dipakai untuk berkomunikasi — diucapkan, dibalas, sesekali salah, lalu diperbaiki.

Caranya: pakai kata-kata itu bersama teman Jepang
Bayangkan anak Anda berseru “iku zo!” saat memulai permainan bersama teman Jepang sebaya yang juga menyukai anime, atau berkata “daijoubu!” untuk menyemangati temannya — lalu temannya membalas. Saat itulah kata dari layar berubah menjadi bahasa yang hidup. Persis seperti tokoh Jujutsu Kaisen yang menjadi kuat karena punya nakama, anak pun belajar bahasa paling cepat saat punya teman untuk diajak bicara.


Itulah yang kami lakukan di TOMODACHI JAPAN — sekolah bahasa Jepang online untuk anak. Yang membuat kami berbeda dari les privat 1-on-1 atau aplikasi: anak mendapat teman Jepang sungguhan (dari NIJIN Academy, lebih dari 800 siswa), belajar dalam kelas kecil yang berpusat pada dialog, dan mulai dari hal yang disukai — termasuk anime seperti Jujutsu Kaisen. Mulai dari nol pun tidak masalah.
Pertanyaan yang sering diajukan
Anak saya cuma hafal beberapa kata dari anime. Apa sudah cukup untuk ikut?
Justru itu awal yang bagus. Kami mulai dari hal yang disukai anak, lalu mengajaknya memakai kata-kata itu untuk mengobrol. Dari nol pun bisa, dan tersedia pendamping khusus untuk pemula.
Apakah anak harus bisa membaca hiragana dulu?
Tidak. Kami mulai dari mendengar dan berbicara — bukan dari menghafal huruf. Kemampuan membaca menyusul secara alami.
Jujutsu Kaisen kan cukup menegangkan untuk anak. Apakah cocok?
Kami tidak menonton adegannya di kelas — kami hanya memakai kata-kata sehari-hari yang anak sukai sebagai titik awal. Guru selalu memilih kosakata yang sesuai untuk usia anak.
Selain Jujutsu Kaisen, ada anime lain untuk belajar?
Banyak. Ini bagian dari seri kami “Belajar Bahasa Jepang dari Anime” — sudah ada Naruto, One Piece, Demon Slayer, dan Detektif Conan. Selengkapnya tentang cara belajar kami bisa dilihat di halaman Cara Belajar dan Biaya.
Ubah semangat anak menjadi percakapan nyata.
Rencana pembukaan perdana Desember 2026. Daftarkan email Anda, dan kami akan menjadi yang pertama mengabari info pembukaan serta undangan sesi uji coba.

